Mengapa Pendidikan Tinggi Islam Lebih Relevan dari Sebelumnya

·

·

Dunia saat ini bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (AI), arus informasi yang tak terbendung, dan perubahan gaya hidup, banyak dari kita bertanya-tanya: Apa fondasi yang paling kokoh untuk masa depan?

Bagi mahasiswa dan civitas akademika di STIT Babussalam, jawabannya terletak pada integrasi antara intelektualitas dan spiritualitas.

Bukan Sekadar Gelar, Tapi Nilai

Kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) bukan hanya soal mengejar gelar sarjana. Ini adalah perjalanan untuk membentuk identitas. Di era di mana etika digital seringkali terabaikan, nilai-nilai Islam memberikan panduan moral yang sangat dibutuhkan.

Pendidikan Islam mengajarkan kita bahwa ilmu tanpa adab adalah hampa. Inilah yang menjadi keunggulan lulusan kita: mampu menguasai teknologi dan literasi modern, namun tetap berpijak pada nilai-nilai akhlakul karimah.

Tantangan Generasi Z dan Alpha

Generasi muda saat ini menghadapi tantangan kesehatan mental dan tekanan sosial yang tinggi. Dalam konteks ini, kampus bukan hanya tempat belajar teori di kelas, melainkan oase untuk:

  1. Berpikir Kritis: Menyaring informasi (tabayyun) di tengah maraknya hoax.
  2. Keseimbangan (Tawazun): Menyeimbangkan tuntutan dunia profesional dengan ketenangan batin.
  3. Pengabdian: Menyadari bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Masa Depan Ada di Tangan Kita

Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak akan pernah devaluasi. Dengan lingkungan belajar yang suportif di Babussalam, setiap diskusi di koridor kampus dan setiap sujud di masjid adalah langkah persiapan menuju peran strategis di masyarakat—baik sebagai pendidik, pemimpin, maupun pengusaha yang religius.

Mari terus bergerak maju, memperkaya wawasan, dan memperkuat iman. Karena masa depan tidak hanya butuh orang pintar, tapi butuh orang benar.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *