Mengapa Gelar Pendidikan Agama Kini Lebih Penting dari Sebelumnya?

·

·

Pernahkah Anda merasa dunia bergerak terlalu cepat? Di pagi hari kita mendengar kabar tentang kecanggihan Artificial Intelligence (AI), dan di sore hari kita melihat perubahan sosial yang makin tak terduga. Di tengah hiruk-pikuk teknologi ini, muncul sebuah pertanyaan menarik: Masih relevankah kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT)?

Jawabannya: Justru sekaranglah saat yang paling krusial.

Bukan Sekadar Menghafal, Tapi Menemukan Makna

Banyak yang salah kaprah menganggap kuliah di kampus Islam hanya soal menghafal teks-teks klasik. Padahal, di STIT Babussalam, fokus utamanya adalah membentuk karakter dan nalar kritis.

Teknologi bisa menjawab pertanyaan “bagaimana cara melakukan sesuatu”, tapi agama menjawab pertanyaan “mengapa kita melakukannya”. Di era digital, dunia tidak kekurangan orang pintar, tapi dunia haus akan pemimpin yang memiliki kompas moral yang jelas.


3 “Superpower” Lulusan STIT Babussalam di Masa Depan

Mengapa lulusan kita siap bersaing? Karena kurikulum kita menitikberatkan pada tiga pilar utama:

SkillManfaat di Dunia Kerja
Kecerdasan Spiritual (SQ)Kemampuan tetap tenang, jujur, dan berintegritas di bawah tekanan tinggi.
Literasi PedagogiKeahlian mendidik dan menyampaikan informasi secara efektif—skill yang dicari di semua industri.
Adaptabilitas NilaiMampu menerapkan nilai-nilai Islami yang moderat dalam berbagai solusi masalah sosial.

Lebih dari Sekadar Ruang Kelas

Kuliah di STIT Babussalam bukan berarti Anda terisolasi dari dunia luar. Justru, ini adalah laboratorium sosial tempat Anda belajar:

  • Membangun Jaringan: Bertemu dengan sesama pemuda visioner yang ingin memperbaiki kualitas pendidikan bangsa.
  • Pengabdian Nyata: Langsung terjun ke masyarakat untuk memberikan dampak, bukan sekadar teori di atas kertas.
  • Keseimbangan Hidup: Belajar bahwa kesuksesan bukan hanya soal karier (duniawi), tapi juga tentang kebermanfaatan (ukhrawi).

“Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan itu Anda bisa mengubah dunia.” — Begitu kata Nelson Mandela. Di STIT Babussalam, kita menambahkan satu variabel penting: Pendidikan yang berlandaskan iman.

Penutup: Waktunya Mengambil Peran

Dunia sedang berubah, dan tantangan di depan mata membutuhkan pendidik serta pemimpin yang tidak hanya cerdas otaknya, tapi juga bersih hatinya. Jangan hanya jadi penonton di masa depan. Jadilah bagian dari solusi.


Tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut tentang masa depanmu?

Kunjungi sekretariat pendaftaran kami atau jelajahi program studi unggulan kami di stitbabussalam.ac.id



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *