Generasi muda saat ini terpapar pada tekanan konsumerisme yang masif melalui media sosial. Fenomena “Fear of Missing Out” (FOMO), di mana individu merasa harus memiliki apa yang dimiliki orang lain, telah mendorong perilaku pengeluaran yang impulsif, utang, dan ketidakstabilan finansial sejak usia dini. Permasalahan hari ini adalah: Banyak guru PAI hanya fokus pada zakat dan infak, tetapi belum membekali siswa dengan skill praktis dan etika Islami dalam pengelolaan uang harian.
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Babussalam Riau menyadari bahwa pendidikan agama harus relevan dengan tantangan hidup kontemporer. Kami berkomitmen menghasilkan Sarjana Pendidikan Islam yang mampu mengintegrasikan ajaran Ekonomi Syariah ke dalam mata pelajaran PAI dan Kewirausahaan, mengubah siswa menjadi individu yang cerdas secara finansial, mandiri, dan bertanggung jawab sesuai prinsip Islam.
Tiga Strategi STIT Babussalam dalam Kecerdasan Finansial Islami
STIT Babussalam melatih calon pendidik untuk mengintegrasikan Financial Literacy Islami ke dalam kurikulum Tarbiyah:
1. Mengajarkan Prinsip Tawazun (Keseimbangan) dalam Pengeluaran
Kecerdasan finansial Islami berakar pada prinsip keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat.
- Fikih Prioritas Harian: Guru PAI dilatih mengajarkan siswa untuk membedakan antara Kebutuhan (Dharuriyat), Keinginan (Hajiyat), dan Kemewahan (Tahsiniyat) berdasarkan ajaran Fiqih Muamalah. Ini adalah benteng utama melawan FOMO.
- Konsep Israf dan Tabdzir: Mengintegrasikan materi tentang larangan Israf (berlebihan) dan Tabdzir (menyia-nyiakan) harta dalam konteks belanja online, top-up game, dan hedonisme digital.
2. Mempraktikkan Konsep Investasi dan Risk Management Syariah
Pendidikan finansial harus mencakup perencanaan masa depan yang berkah.
- Menabung Bukan Sekadar Uang: Mahasiswa diajarkan untuk membedakan antara menabung di bank konvensional dan skema pembiayaan Syariah. Mereka dibekali pengetahuan dasar tentang instrumen investasi Syariah yang aman dan halal (seperti tabungan emas atau reksa dana syariah) yang bisa diajarkan ke siswa.
- Etika Berutang: Lulusan mampu mengedukasi siswa dan orang tua tentang Bahaya Riba dalam pinjaman (Pinjol) dan pentingnya akad utang yang jelas (Dayn).
3. Mengelola Pendidikan Agama Berbasis Entrepreneurship
Lulusan STIT Babussalam didorong untuk mengelola lembaga pendidikan dengan jiwa kewirausahaan yang sehat.
- Manajemen Keuangan Lembaga: Calon manajer madrasah dilatih untuk mengelola keuangan sekolah secara transparan, menerapkan prinsip akuntabilitas dan efisiensi sesuai standar Syariah.
- Program Life Skill Islami: Mengembangkan program life skill yang mengajarkan siswa cara menghasilkan uang secara halal (misalnya e-commerce produk halal atau jasa freelancer Islami) dan cara mengelolanya dengan baik.
Memilih STIT Babussalam Riau berarti memilih untuk menjadi Pendidik yang Memberdayakan. Lulusan kami siap membekali siswa dengan skill hidup yang paling mendesak di era modern, memastikan mereka tidak hanya sukses di dunia akademik, tetapi juga sejahtera, mandiri, dan berkah secara finansial.


Leave a Reply