Kuliah di Kampus Tarbiyah Pinggir Medan–Kutacane: Serius Belajar, Serius Beribadah

·

·

Kuliah di STIT Babussalam Aceh Tenggara berarti kuliah di kampus tarbiyah yang tenang di pinggir jalan Medan–Kutacane, namun serius dalam dua hal: mutu belajar dan kualitas ibadah. Kampus ini tumbuh dari tradisi keilmuan Islam dan budaya Aceh Tenggara, lalu dipadukan dengan pembelajaran modern dan literasi digital untuk menyiapkan calon guru yang siap terjun ke dunia pendidikan masa kini.

Suasana kampus di jalur Medan–Kutacane

STIT Babussalam berlokasi di Desa Bambel Gabungan, di jalur strategis Jalan Kutacane–Medan, sehingga mudah dijangkau dari berbagai kecamatan namun tetap terasa tenang dan islami. Lingkungan gampong yang religius di Aceh Tenggara membuat aktivitas kuliah menyatu dengan kehidupan masyarakat; mahasiswa merasakan suasana belajar yang dekat dengan masjid, pesantren, dan tradisi lokal.

Serius belajar di kelas tarbiyah

Sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah, kampus ini fokus pada program-program kependidikan Islam seperti Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Fasilitas seperti ruang kuliah, pusat kajian Islam, serta perpustakaan fisik dan digital mendukung mahasiswa untuk riset, menyusun tugas, dan mempersiapkan diri menjadi guru yang terampil mengajar dan terbiasa dengan teknologi.

Serius beribadah dan membangun karakter

Asrama dan kegiatan kemahasiswaan di STIT Babussalam dirancang sebagai ruang pembiasaan ibadah dan pembentukan karakter, mulai dari shalat berjamaah, kajian rutin, hingga kegiatan sosial berbasis nilai-nilai Islam. Tradisi tarbiyah di kampus ini menekankan kedisiplinan, akhlak, dan sikap moderat, sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori pendidikan tetapi juga dilatih menjadi pribadi yang sabar, peduli, dan siap menjadi teladan di masyarakat.

Belajar moderasi dan literasi digital

Melalui program literasi digital dan pendekatan pembelajaran modern, mahasiswa dibimbing untuk mahir memanfaatkan teknologi, membuat materi ajar kreatif, dan memahami isu-isu pendidikan kontemporer. Di saat yang sama, pusat kajian Islam dan moderasi beragama mengajak mahasiswa melihat Islam sebagai rahmat bagi semua, sehingga lulusan siap mengajar dengan sikap toleran dan dialogis di berbagai lingkungan sekolah.

Ruang tumbuh dan jejaring masa depan

Kegiatan seperti PBAK, KRS, KPM, dan wisuda menjadi rangkaian perjalanan penting mahasiswa, dari masa pengenalan budaya akademik hingga pengabdian ke masyarakat dan pelepasan sebagai sarjana pendidikan. Jaringan kerja sama dengan pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga lain membuka peluang bagi lulusan untuk mengabdi di madrasah, sekolah, dan lembaga keagamaan di Aceh Tenggara maupun di luar daerah.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *