Ada sebuah stigma yang beredar di luar sana: “Buat apa kuliah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya kerja gak sesuai jurusan?” atau yang lebih ekstrem, “Sekarang zamannya skill, ijazah cuma kertas!”
Bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT), komentar seperti ini mungkin sering mampir di telinga. Namun, benarkah ijazah sudah tidak relevan? Atau justru kita yang belum paham cara “memainkan” peran sebagai sarjana?
1. Ijazah Adalah “Tiket”, Skill Adalah “Kendaraan”
Bayangkan Anda ingin masuk ke sebuah gedung eksklusif. Ijazah adalah tiket masuknya. Tanpa tiket, satpam (sistem rekrutmen/birokrasi) tidak akan menoleh pada Anda. Tapi, setelah Anda di dalam, apakah Anda bisa bertahan dan naik jabatan? Itu tugasnya Skill.
Di STIT Babussalam, kita tidak hanya mencetak pemegang ijazah. Kurikulum kita dirancang agar mahasiswa punya “senjata” ganda:
- Hard Skill: Kemampuan pedagogik, penguasaan materi keislaman, dan manajerial pendidikan.
- Soft Skill: Public speaking, kepemimpinan, dan kecerdasan emosional yang diasah melalui organisasi kampus.
2. Bahaya “Sarjana Kertas”
Kita harus jujur: dunia kerja tidak butuh orang yang hanya hafal teori di buku teks tapi bingung saat menghadapi masalah nyata di lapangan.
Mahasiswa yang “Sakti” (Sarjana Aktif & Kreatif) adalah mereka yang berani keluar dari zona nyaman. Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang). Jadilah mahasiswa yang:
- Berani mencoba metode mengajar baru yang seru.
- Aktif berdiskusi dan mengkritisi fenomena sosial.
- Melek teknologi untuk mendukung dakwah dan pendidikan.
3. Nilai Plus Sarjana Pendidikan Islam
Apa yang tidak dimiliki sarjana umum tapi dimiliki lulusan STIT? Jawabannya adalah Interpersonal Approach berbasis Wahyu.
Di era yang serba cepat ini, banyak orang sukses secara materi tapi kering secara mental. Di sinilah peran lulusan STIT Babussalam. Kita dididik untuk menjadi pendidik yang menyentuh hati, bukan sekadar mengisi otak. Itu adalah high-level skill yang tidak bisa dipelajari lewat kursus singkat 3 bulan di internet.
Kesimpulan: Jangan Mau Jadi Biasa Saja!
Kuliah di STIT Babussalam adalah investasi. Gelar S.Pd. yang akan Anda sandang bukan sekadar pajangan di undangan pernikahan, tapi tanggung jawab besar untuk memperbaiki kualitas umat.
Jadi, pilihannya ada di tangan Anda: Mau jadi sarjana yang hanya menambah angka pengangguran, atau menjadi sarjana yang menciptakan perubahan?


Leave a Reply