Krisis Karakter di Era Digital: Peran Kampus Islam dalam Menyelamatkan Gen Z Indonesia

·

·

Indonesia menghadapi darurat karakter generasi Z, dengan lebih dari 3 juta remaja mengalami kecanduan internet berat yang memicu kecemasan kronis, isolasi sosial, dan penurunan prestasi belajar. Data Kementerian Kesehatan 2024 menunjukkan 35% remaja Gen Z alami depresi, sementara gangguan mental melonjak 200% dalam setahun, diperburuk cyberbullying, FOMO, dan ujaran kebencian di media sosial.

Gejala Krisis yang Mengguncang Bangsa

Fenomena bullying sekolah, kekerasan pelajar, dan hilangnya rasa hormat kepada guru menjadi cermin gagalnya pendidikan nasional dalam membentuk adab dan mentalitas kuat. Gen Z, yang tech-savvy namun rapuh secara emosional, sering terjebak individualisme, mudah bosan, dan kurang empati akibat paparan norma global tanpa filter nilai Islam. Kesenjangan sosial-ekonomi memperparah deprivasi relatif, mendorong aksi protes spontan tapi berpotensi destruktif.

Akar Masalah: Pendidikan Tanpa Dimensi Ruhani

Sistem pendidikan saat ini terlalu kognitif, mengabaikan pembinaan spiritual, etika digital, dan keteladanan moral yang jadi kunci kestabilan emosional Gen Z. Literasi digital rendah membuat mahasiswa rentan hoaks, radikalisme online, dan polarisasi, sementara soft skills seperti komunikasi dan manajemen emosi tertinggal di balik kemahiran teknologi. Tanpa integrasi iman dan ilmu, generasi ini berisiko kehilangan jati diri di tengah globalisasi.

STIT Babussalam: Laboratorium Karakter Islami Modern

STIT Babussalam Aceh Tenggara menawarkan solusi konkret melalui lingkungan Islami kondusif yang menyatukan ilmu, iman, dan akhlak, dengan program PAI (45 mahasiswa aktif), MPI (32 mahasiswa), dan PGMI (51 mahasiswa). Pusat Kajian Islam dan Moderasi Beragama jadi benteng anti-ekstremisme, sementara perpustakaan digital plus literasi digital siapkan mahasiswa ciptakan konten dakwah etis lawan hoaks. Asrama dan ruang bimbingan dosen ubah pembelajaran jadi pembiasaan ibadah harian, bangun empati serta tanggung jawab sosial.

Strategi Praktis untuk Gen Z Tangguh

  • Klinik Literasi Digital Islami: Latih cek fakta, etika medsos, dan konten dakwah kreatif agar Gen Z tak jadi korban disinformasi.
  • Asrama Madrasah Karakter: Aktivitas harian gabung disiplin sholat, kerja tim, dan diskusi moderasi beragama untuk kurangi isolasi.
  • Pendampingan Dosen Holistik: Fokus adab bukan hanya IPK, dengan kajian rutin tangani depresi dan bangun ketahanan mental.

STIT Babussalam, sebagai “Gerbang Kedamaian”, pimpin jihad pendidikan selamatkan Gen Z jadi pendidik berdaya saing global dan berakhlak mulia.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *