Abad ke-21 menempatkan profesi pendidik di persimpangan yang unik. Guru dan dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya dituntut menguasai turats (khazanah keilmuan Islam klasik) dan metodologi pengajaran, tetapi juga harus menjadi agen transformasi digital dan moral. Diperlukan Pendidik Muslim yang mampu mengintegrasikan kedalaman spiritual dengan kecanggihan teknologi.
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Babussalam Riau menyadari betul tantangan ini. Berdiri di tengah Provinsi Riau yang kental dengan budaya Melayu Islam, STIT Babussalam berkomitmen melahirkan Guru 5.0: pendidik yang unggul, berakhlak mulia, dan mahir menggunakan teknologi untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan mencerahkan.
Tiga Pilar STIT Babussalam dalam Mencetak Guru Muslim Unggul
Pendidikan di STIT Babussalam Riau dirancang untuk membentuk kompetensi ganda pada mahasiswa, yakni keahlian profesional dan ketangguhan spiritual:
1. Integrasi Keilmuan dan Teknologi (Tarbiyah Digital)
STIT Babussalam bergerak dari metode konvensional menuju Tarbiyah Digital. Kurikulum didesain agar mahasiswa PAI dan pendidikan Islam lainnya menguasai perangkat digital sebagai alat mengajar:
- Pemanfaatan Media: Pelatihan pembuatan e-modul, video pembelajaran interaktif, dan penggunaan Learning Management System (LMS) untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik.
- Literasi Digital: Pembekalan agar lulusan mampu mengajarkan etika dan moral Islami di ruang virtual, membantu siswa menghadapi tantangan hoax dan degradasi moral berbasis teknologi.
2. Penguatan Karakter dan Moderasi Beragama
Di tengah isu ekstremisme dan intoleransi, peran pendidik Islam sangat krusial dalam menyemai nilai-nilai damai. STIT Babussalam menekankan pada:
- Pembentukan Akhlakul Karimah: Disiplin dan pembinaan spiritual menjadi inti untuk menghasilkan guru yang menjadi teladan bagi siswanya.
- Prinsip Moderasi Beragama: Mahasiswa dididik untuk memahami dan mengajarkan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, menjunjung tinggi toleransi, dan menolak ekstremisme.
3. Keterlibatan Aktif dalam Pemberdayaan Komunitas
Sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi, STIT Babussalam memastikan lulusannya memiliki kepekaan sosial.
- KKN Tematik: Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) diarahkan pada isu-isu spesifik di masyarakat, seperti pelatihan guru TPQ/Madrasah, peningkatan literasi Al-Qur’an, dan pendampingan keluarga dalam pendidikan anak.
Dampak Lulusan: Menerangi Riau dengan Ilmu dan Iman
Lulusan STIT Babussalam tidak hanya menjadi tenaga pendidik di sekolah negeri atau swasta. Mereka adalah pemimpin pendidikan yang siap:
- Menjadi kepala sekolah dan manajer pendidikan Islam yang profesional.
- Mengelola yayasan dan lembaga dakwah.
- Menjadi konsultan pendidikan karakter bagi keluarga dan komunitas.
Memilih STIT Babussalam Riau berarti memilih karir yang berdampak luas. Kampus ini menjamin bahwa setiap lulusan akan menjadi pendidik profesional yang mampu memadukan ketaqwaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, siap membimbing generasi muda Riau menuju masa depan yang cerdas dan berakhlak mulia.


Leave a Reply