Di era digital 2026 ini, pertanyaan besar sering muncul di benak mahasiswa tarbiyah: “Jika AI bisa menjawab semua pertanyaan siswa, apakah guru masih dibutuhkan?”
Jawabannya adalah: Lebih dari sebelumnya. Namun, peran guru telah bergeser dari sekadar “pemberi informasi” menjadi “arsitek peradaban.” Mari kita bedah mengapa profesi pendidik justru semakin krusial dan bagaimana mahasiswa STIT Babussalam bisa mengambil peran tersebut.
1. Pendidikan Karakter: Hal yang Tidak Memiliki Algoritma
AI mungkin bisa menjelaskan teori hukum Islam atau sejarah peradaban dengan sempurna. Namun, AI tidak bisa mengajarkan adab, empati, dan integritas.
Mahasiswa di STIT Babussalam dilatih untuk memberikan shuhbah (pendampingan). Guru adalah teladan nyata. Mesin tidak bisa merasakan kegelisahan siswa atau memberikan motivasi di saat seorang murid merasa gagal. Sentuhan kemanusiaan (human touch) inilah yang menjadi “benteng” terakhir profesi pendidik.
2. Literasi Digital sebagai Senjata Baru
Menjadi guru masa kini bukan berarti menjauhi teknologi, melainkan menguasainya. Mahasiswa STIT Babussalam didorong untuk mampu:
- Menggunakan AI untuk menyusun modul ajar yang kreatif.
- Memvalidasi informasi agar siswa terhindar dari hoaks.
- Membangun metode pembelajaran berbasis proyek yang kolaboratif.
3. Guru sebagai Kurator Nilai
Di tengah banjir informasi, tantangan siswa bukan lagi mencari data, melainkan memilih mana yang benar. Di sinilah peran sarjana pendidikan Islam menjadi vital. Anda bukan sekadar mengajar materi, tapi mengurasi nilai-nilai spiritual agar siswa tetap memiliki pegangan moral di dunia virtual yang tanpa batas.
Kesimpulan: Menjadi Pendidik yang Adaptif
Kampus STIT Babussalam bukan sekadar tempat mengejar gelar S.Pd, melainkan kawah candradimuka untuk membentuk pendidik yang Cerdas Digital, Teguh Spiritual. Kita tidak sedang bersaing dengan teknologi; kita menggunakan teknologi untuk melipatgandakan manfaat yang kita berikan.
“Teknologi adalah alat, tetapi dalam hal memotivasi anak-anak dan membuat mereka bekerja sama, guru adalah yang paling penting.” – Bill Gates
Tips untuk Mahasiswa STIT Babussalam Pekan Ini:
- Update Skill: Coba gunakan satu aplikasi baru yang bisa membantu visualisasi materi ajar Anda.
- Refleksi Diri: Tanyakan pada diri sendiri, “Apa satu hal yang bisa saya berikan kepada siswa yang tidak bisa diberikan oleh Google?”


Leave a Reply