Dunia hari ini sedang mengalami “obesitas informasi” tapi “malnutrisi makna”. Kita bisa menemukan jawaban apa pun di Google, tapi kita sering kehilangan arah tentang mengapa kita mempelajari ilmu tersebut. Di tengah riuhnya disrupsi digital dan tantangan moral, muncul sebuah pertanyaan besar: Apakah menjadi sarjana saja sudah cukup?
Di STIT Babussalam Aceh Tenggara, kami percaya bahwa gelar sarjana hanyalah secarik kertas jika tidak dibarengi dengan integritas spiritual. Kami tidak ingin mencetak “robot berijazah” yang hanya pintar menghafal teori pendidikan, tetapi kering secara empati dan karakter.
Melampaui Batas Ruang Kelas
Mengapa STIT Babussalam berbeda? Karena di sini, kurikulum bukan sekadar daftar mata kuliah. Kami memandang pendidikan sebagai sebuah proses Tarbiyah yang holistik.
- PAI (Pendidikan Agama Islam): Bukan sekadar belajar mengajar agama, tapi bagaimana menjadi cahaya di tengah masyarakat yang sedang haus akan keteladanan.
- MPI (Manajemen Pendidikan Islam): Kita tidak hanya belajar administrasi, kita belajar merancang masa depan institusi Islam agar kompetitif di level global tanpa kehilangan identitas.
- PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah): Kita sedang menyiapkan arsitek-arsitek jiwa yang akan meletakkan fondasi pertama bagi generasi masa depan.
Teknologi adalah Alat, Akhlak adalah Navigasi
Kita hidup di era AI dan algoritma. Di STIT Babussalam, kami tidak anti-teknologi. Justru, kami mendorong literasi digital yang kuat. Namun, kami menekankan satu hal: Teknologi butuh kendali. Tanpa navigasi akhlak yang kuat, kecanggihan teknologi justru bisa merusak tatanan sosial. Inilah misi kami di Kutacane—menjadi pusat kajian Islam yang moderat, damai, dan tetap relevan secara teknologi.
Babussalam: Gerbang Kedamaian di Jantung Aceh Tenggara
Sesuai namanya, “Babussalam” atau Gerbang Kedamaian, kampus ini dirancang menjadi oase intelektual. Bukan tempat untuk berkompetisi secara egois, melainkan tempat berkolaborasi untuk mengabdi. Kami mengajak Anda untuk tidak hanya menjadi penonton perubahan, tapi menjadi aktor penggerak.
Kesimpulan: Pilih Perjalananmu
Pendidikan tinggi adalah investasi waktu dan energi. Pertanyaannya: Apakah Anda ingin kuliah hanya untuk mencari kerja, atau kuliah untuk membangun kapasitas diri yang berdampak bagi umat?
Jika Anda mencari tempat yang menyatukan kedalaman spiritual dengan kecakapan intelektual, maka gerbang kami selalu terbuka. Mari bergabung di STIT Babussalam Aceh Tenggara—tempat di mana ilmu, iman, dan akhlak tidak pernah berjalan sendiri-sendiri.


Leave a Reply