Indonesia sedang berada pada fase penting dalam pembaruan pendidikan, termasuk pendidikan Islam dan perguruan tinggi keagamaan. Artikel ini mengulas berbagai isu hangat tersebut dan peluang yang dapat dimanfaatkan kampus Islam seperti STIT Babussalam.
Pendidikan Islam di Tengah Krisis Global
Pemerintah menegaskan pendidikan Islam harus bertransformasi agar mampu menjawab krisis global yang ditandai perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang cepat. Pendidikan agama Islam kini diposisikan bukan sekadar pelengkap kurikulum, tetapi sebagai investasi peradaban yang membentuk karakter, etika publik, dan daya tahan sosial bangsa.
Di tingkat nasional, guru PAI dipandang sebagai aktor strategis peradaban sehingga peningkatan kompetensi, sertifikasi, dan kesejahteraan mereka menjadi agenda kebijakan penting. Perguruan tinggi Islam didorong untuk tidak hanya menjadi pengelola program, tetapi pusat produksi ilmu dan nilai yang relevan dengan tantangan zaman.
Tren Baru Pendidikan 2025
Dunia pendidikan 2025 ditandai menguatnya model pembelajaran hybrid yang menggabungkan pembelajaran daring dan luring dengan dukungan LMS dan aplikasi konferensi video. Pendidikan berbasis keterampilan (skill-based education) kian mengemuka karena dunia kerja menuntut lulusan yang memiliki kemampuan praktis, kolaboratif, dan adaptif, bukan sekadar penguasaan teori.
Di saat yang sama, tekanan akademik dan penetrasi teknologi memunculkan isu baru berupa stres dan kesehatan mental di kalangan pelajar dan pendidik. Tuntutan untuk menguasai teknologi, bersaing di pasar kerja, dan beradaptasi dengan kurikulum baru menuntut pendampingan psikososial yang lebih sistematis dari lembaga pendidikan.
Kesenjangan Akses dan Tantangan Kurikulum
Kesenjangan akses terhadap perangkat dan internet masih menjadi salah satu tantangan utama, terutama di daerah terpencil dan pinggiran. Perbedaan kualitas infrastruktur ini berpengaruh langsung pada mutu pembelajaran, pemanfaatan platform digital, dan kesempatan pengembangan diri peserta didik.
Selain itu, adaptasi kurikulum sering berjalan lebih lambat dibanding perubahan kebutuhan pasar kerja dan dinamika sosial. Sejumlah pengamat mendorong hadirnya kerangka haluan pendidikan jangka panjang yang lintas rezim, agar arah pembangunan pendidikan tidak mudah berubah hanya karena pergantian kebijakan jangka pendek.
Moderasi Beragama di Kampus
Isu moderasi beragama menjadi tema sentral di banyak perguruan tinggi Islam yang menyelenggarakan workshop, sosialisasi, dan program pelatihan bagi mahasiswa. Kegiatan-kegiatan ini menekankan pentingnya sikap moderat, toleran, dan siap hidup berdampingan di tengah masyarakat yang majemuk.
Digitalisasi konten keagamaan juga dimanfaatkan untuk memperkuat narasi Islam rahmatan lil ‘alamin serta menangkal radikalisme di kalangan remaja dan mahasiswa. Dengan pendekatan ini, kampus Islam diarahkan menjadi ruang aman bagi dialog, riset, dan pengembangan wacana keagamaan yang damai serta kontekstual dengan realitas sosial.
Masa Depan Pendidikan Tinggi Islam
Berbagai kajian mendorong revitalisasi perguruan tinggi Islam agar berperan nyata dalam mobilitas sosial generasi muda dan pengembangan ilmu pengetahuan. Revitalisasi ini mencakup peningkatan mutu lulusan, penguatan riset, dan keterhubungan yang lebih erat dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
Di level global, Indonesia juga mengangkat isu penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan kompetensi masa depan, pengakuan kredensial mikro, serta pemanfaatan AI untuk pembelajaran sepanjang hayat. Untuk kampus Islam, momentum ini membuka peluang menjadi pionir pendidikan yang mengintegrasikan iman, ilmu, dan teknologi secara berkelanjutan.


Leave a Reply