Benteng Terakhir Hadapi Banjir Bencana dan Intoleransi di Indonesia

·

·

Banjir dahsyat melanda Sumatra pada Desember 2025, menewaskan lebih dari 1.000 jiwa dan mengisolasi ribuan warga di Aceh, termasuk Aceh Tenggara, sementara intoleransi beragama kian mengancam keharmonisan generasi muda di era digital.

Dampak Banjir: Krisis Pangan dan Pendidikan Terisolasi

Bencana banjir dan longsor di Aceh Tenggara serta wilayah Sumatra lainnya mengganggu akses pendidikan, dengan sekolah rusak dan 98 kampung terisolasi, memaksa pembelajaran tatap muka terhenti. Pemerintah telah menyalurkan 44 ribu ton beras dan cadangan tiga kali lipat kebutuhan, tapi tantangan logistik seperti listrik dan air bersih masih menghambat pemulihan. Di tengah krisis ini, pemuda lokal butuh pendidikan tangguh untuk bangkit.​​

Intoleransi Digital: Ancaman Baru bagi Pemuda

Media sosial mempercepat penyebaran radikalisme di kalangan generasi muda Indonesia, di mana kurangnya literasi moderasi beragama membuat mereka rentan hoaks dan polarisasi antarumat beragama. Di 2025, tantangan ini semakin nyata pasca-bencana, saat solidaritas antaragama diuji oleh informasi menyesatkan. Pendidikan Islam modern menjadi kunci cegah ekstremisme yang bisa memperburuk konflik sosial.

Peran STIT Babussalam sebagai Solusi Lokal

STIT Babussalam Aceh Tenggara, dengan Pusat Kajian Islam dan Moderasi Beragama, siap bentuk pendidik pemuda yang tangguh hadapi bencana dan intoleransi melalui program PAI, MPI, dan PGMI. Fasilitas seperti perpustakaan digital dan asrama Islami integrasikan ilmu, iman, serta literasi digital untuk hadapi era global. Mahasiswa seperti Nur Aisyah dan Muhammad Rizal tunjukkan transformasi menjadi agen perubahan yang sabar dan kritis.

Langkah Konkret Pemuda Islami

  • Kampanye Digital Toleransi: Manfaatkan teknologi untuk sebarkan narasi moderasi beragama, lawan hoaks banjir dengan info akurat dari BNPB.​
  • Relawan Bencana Berbasis Iman: Libatkan asrama mahasiswa dalam bantuan pangan dan rehabilitasi sekolah di Aceh Tenggara.
  • Pendidikan Inklusif: Dorong kolaborasi antaragama via forum pemuda, seperti model Surabaya, untuk bangun harmoni pasca-bencana.

Generasi muda STIT Babussalam bisa jadi pelopor, satukan ilmu dan akhlak untuk atasi krisis terkini.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *